Friday, 27 March 2020

Manusia si Makhluk Bumi

2017, May 3rd

Mengurangi lebih tepatnya, menatap layar datar yang telah membuat yang jauh terasa dekat namun menjauhkan yang dekat.
Ingin rasanya kembali di masa sebelum smartphone/gadget menyerang yang membuat kita hidup di benda itu.

Cobalah keluar ke dunia yang begitu luas ini. Berjemur di pagi hari, terik panas di siang hari, langit yang penuh warna di sore hari, rembulan dan kesunyian malam hari.
Merasakan menjadi makhluk bumi.
Bukan terus hidup di benda buatan makhluk bumi itu sendiri.
Kita hidup di alam yang telah diberikan oleh Tuhan dengan segala isinya ini.
Abadikan semua momen dengan mata, telinga, hidung yang telah dimiliki.
Tidak perlu semua orang tau detail setiap momen yang kita alami, membagikan semuanya ke sosial media yang menjadi kewajiban kaum-kaum masa kini, dibumbui gengsi untuk membuat yang melihatnya iri hati.
Semua orang mengenal hanya melalui sosial media, kenyataanya tidak selalu sama dengan kehidupan nyatanya sebagai manusia yang dijalani.

Mulutmu harimaumu sudah berubah menjadi jarimu harimaumu.
Kurangi waktu (seperlunya) bersama layar datar dihadapnmu.
Jangan penjarakan dirimu.

No comments:

Post a Comment