Kini semuanya pergi, bukan kau!
Tetapi dia, bukan dia yang pernah ada.
Segala perasaan dan semua yang berlalu sudah sirna.
Untuk kau atau dia?
Untuk kau dan dia bahkan semuanya.
Kau yang masih disini dan dia yang sudah pergi dan semuanya yang tetap bertahan.
Bagaikan sebuah ruang dengan tembok dan coretannya yang kini hanya aku sendiri terududuk diam.
Tidak! Aku tidak menyalahkan mereka yang pernah berada di ruang ini dan mencoreti tembok.
Aku juga tidak menyesali segalanya.
Aku tidak membencinya.
Aku tidak sedih juga.
Aku pun tidak merasa bahagia berada disini.
Aku tidak tahu apa yang aku rasa saat berada disini.
Semua telah sirna bukan?
Lalu untuk apa aku berada di sini dengan bodoh dan kini ini bukan ruanganku.
Kini aku sudah tidak di ruang tersebut, aku pergi keluar pada saat itu dan kembali dengan semua yang sudah sirna.
Kau tidak pergi, dia yang pergi dan aku pun pergi.
Kini kau sendiri.
Mungkin bersama mereka juga kah?
Aku kembali seperti dulu, di ruangan sebelah yang juga penuh coretan namun bukan kau, dia ataupun semua yang pernah tinggal.
Ruangan kau, dia, dan semuanya itu sudah aku kunci sepertinya.
Bagaikan malam datang dan kau harus menutup jendela dan pintu rumahmu.
Itu lah bagaimana ruangan itu bisa tertutup.
Namun gelapnya dan sepinya malam membuatku terkadang membuka jendela untuk melihat sang bulan dan bintang-bintang yang indah.
Tapi tak setiap malam kau bisa melihat terangnya bulan dan indahnya bintang-bintang, awan-awan itu terkadang menutupi.
Tenanglah, akan ada saatnya bulan dan bintang-bintang itu hadir dan kini aku hanya ingin membuka jendelaku untuk melihat bulan dan bintang-bintang yang tidak sama sekali tertutup awan sedikit pun.
No comments:
Post a Comment